2/15/10

puisi takjelas-,-

aku berdiri sendiri disini
dibalut baju hitam, air mata berguling di pipi
kugenggam erat bunga harum dikeranjang, kutabur dengan perih
menangis tiada arti, diam apalagi

pernahkah kau merasa begitu sendiri?
terpaku dalam sepi
melihat orang yang kau kasihi, hilang di sisi

orang bilang air mata tak berarti
ya, air mata tak buat dia kembali
tapi aku bahkan tak bisa berhenti
menangis di dalam
menangis di luar

orang bilang iklaskan dia
ya, aku iklaskan dia
meskipun hatiku berteriak tidak tuhan....

mengingat kenangan itu sama saja menusuk diri sendiri
menangis sama saja seperti berfoya foya habiskan uang yang dimiliki
tetapi...
adakah hal lain yang bisa dilakukan selain mengingat.... dan menangis

orang lain berkata mereka mengerti
tapi, apakah mereka benar benar mengerti?
kalau mereka mengerti, mengapa mereka terus ucapkan "sabar" tapi tidak pernah membantuku untuk sabar?

oh tuhan kau ambil dia di waktu yang tak tepat
bagiku takkan ada waktu yang tepat.

selmahalida, 15 februari 2010